FORMAT LAPTOP?!

by 11.43 0 komentar

Menindak lanjuti tugas yang diberikan oleh pak Agung Oka yaitu memformat laptop dan menceritakannya. Maka kali ini saya akan memberikan pengalaman saya yang saya dapatkan setelah memformat laptop saya. Sebelum saya memformat laptop saya, saya membackup file-file yang ada di Disk C dan Disk Z saya (saya mengganti nama Disk D saya menjadi Disk Z). File-file yang ada di laptop saya termasuk sangat banyak sehingga free disknya dari kedua Disk tersebut bisa dihitung dengan jari. Saya mempunyai harddisk yang besarnya 1TB namun sudah terisi sekitar 45%. Jika saya backup semua file-file saya yang ada di laptop tidak akan cukup. Terpaksa saya pindahkan semua data kecuali game. Faktor yang menyebabkan saya tidak membackup gamenya adalah, pertama filenya merupakan size yang paling besar yaitu sekitar 486gb, maklum saya gamers dan file game jaman sekarang besar-besar pak.  Kedua semua game saya astungkara original semua alias beli jadi sudah tersimpan di cloud selama akunnya dapat di akses. Setelah saya membackup data saya, akhirnya saya berencana untuk install ulang besok di Our Home (kampus TI). Cerita sedikit, sebenarnya saya sudah mempunyai DVD installer windows 8.1 pro namun sangat disayangkan versinya Jepang karena disaat kakak saya melanjutkan kuliahnya di Jepang saya dibelikan DVD ori Windows 8.1 sebagai oleh-oleh karena saya sudah dari SD suka dengan hal yang berbau teknologi termasuk komputer. Kakak saya cerita dulu saat saya masih kelas 2 SD kami mempunyai 1 komputer pentium satu. Biasanya saya makan di suapi oleh ibu saya sambil bermain game Solitare. Jujur sampai saat ini sebenarnya saya tidak bisa main Solitare namun semenjak kecil saya sudah memainkan game itu. Kembali lagi ke pengalaman install ulang. Saya sempat berfikir jika saya install ulang dan bahasanya Jepang bagaimana saya akan menjelaskan ke Bapak step-step yang saya lakukan? Karena semua option dan petunjuknya berbahasa Jepang. Dulu saat saya pertama kali install ulang laptop saya dengan DVD tersebut saya hampir putus asa. Bagaimana tidak? Sudah perintah dan optionnya bahasa Jepang, mau di translate di google translate pun tidak bisa karena saya tidak bisa menuliskannya di google translate. Untungnya saya install ulang di sekolah( pada saat itu masih SMA). Jadi saya memiliki ide yaitu mengajak teman-teman yang ikut club bahasa Jepang membantu saya untuk menginstall ulang. Akhirnya install ulang saat itu berhasil dan ada rasa memuaskan di dalam dada karena Windows 8.1 saya original. Oleh sebab itu, untuk mengerjakan tugas ini saya berkeinginan untuk menginstall ulang Windows saya dengan Bootable Flashdisk ya walaupun tidak ori tapi ini demi kepentingan tugas. Sialnya, saat itu Flashdisk saya satu-satunya sedang dipinjam teman. Saat saya hubungi, teman saya bilang Flashdisk saya entah berada dimana. Ya namanya juga teman, mau tidak mau saya mengikhlaskan saja. Akhirnya setelah saya backup semalam suntuk saya memutuskan untuk menginstall ulang di Our Home(kampus TI) sambil meminjam Flashdisk teman saya yang lain. Singkat cerita, saat itu saya mendapat kuliah jam 9 sampai 11 lalu jam setengah 2 sampai jam 4. Karena dosen saat kuliah pertama berhalangan hadir, saya gunakan kesempatan itu untuk melakukan proses install ulang. Pertama saya memutuskan untuk melakukannya di Our Home tapi melihat kakak senior yang sangar-sangar(itu mungkin karena gondrongnya saja) akhirnya saya memutuskan ke rektorat . Ini dikarenakan setelah selesai melakukan proses install ulang saya akan mendownload ulang semua software dan driver saya(karena saat itu driver saya sedang ada di Singaraja). Setelah sampai di rektorat ternyata wifi.idnya sangat lambat. Bahkan tidak mau terkoneksi. Apalah sudah lalu saya kembali lagi ke Our Home dan menunggu kakak Senior masuk ke kelas. Akhirnya saya dapat juga tempat yang pas dan nyaman, yaitu di depan kantin kakak senior. Pertama saya mengecek wifi.idnya ternyata tetap sama dengan keadaan wifi.id di rektorat. Untuk mempersingkat waktu saya akhirnya memutuskan untuk melanjutkannya dulu nanti setelah selesai melakukan proses install ulang saya akan mengorbankan kuota modem saya. Langkah pertama yang saya tempuh dalam proses install ulang ini adalah saya mengisi Flashdisk teman saya dengan DVD image Windows 8.1 Pro 64bit yang memang saya miliki sedari dulu. Setelah proses selesai saya mematikan laptop aya lalu menghidupkannya kembali dan menekan ESC terus menerus, disaat itu Flashdisk yang sudah terisi installer Windows 8.1 Pro 64bit sengaja saya diamkan terpasang ke laptop agar saat saya menuju Bootable(dengan cara menekan ESC saat hidup pertama kali, setiap Merk/Seri laptop memiliki cara masing-masing untuk menuju ke Bootablenya.) ada pilihan Flashdisk teman saya. Lalu saya memilih Flashdisk tersebut untuk di Booting pertama kali dan saya berhasil masuk ke installer Windowsnya. Sama seperti step-step umum, saya menekan install now, tanpa membaca banya licensenya saya langsung centang saja beranggapan saya setuju lalu tekan next. Dan selanjutnya saya diharuskan memasukan Product Key. Saya googling sebentar dengan hp saya mencari product key lalu memasukannya dan tekan next. Setelah itu ada 2 pilihan dimana pilihan pertama hanya untuk mengupgrade versi Windows tanpa menghilangkan isi file-filenya. Dan yang kedua Custom : install Windows only (advanced). Karena permintaan tugasnya memformat ulang dan diusahakan menggunakan advanced setting/customized jadi saya pilih, pilihan ke dua. Setelah itu memilih Disk untuk diletakan Windowsnya. Saya memilih Disk C saat itu lalu klik format terlebih dahulu. Sialnya saat saya akan klik next ada peringatan dimana format partition hardisk saya tidak memenuhi syarat dan harus dalam bentuk format GPT. Sempat panik sedikit karena saya malah sudah memformat Disk C saya, sehingga laptops saya sudah tidak bisa kembali ke Windows sebelumnya. Sebenarnya kejadian ini sudah pernah terjadi saat saya menginstall ulang laptop saya dengan DVD Windows 8.1 bahasa Jepang tersebut dan saya panik setengah mati karena saya sudah tidak tahu apa artinya dan tombol next tidak bisa di klik. Dengan translater Bahasa Jepang saya yang agak-agak saat itu saya berhasil memecahkan permasalahan tersebut. Dengan berbekal pengalaman yang kelam itu saya sedikit tenang dan menggoogling ulang apa yang sudah pernah saya cari sebelumnya. Penjelasan sedikit ada 2 format hardisk yang ada yaitu MBR dan GPT. Biasanya harddisk tipe baru sudah berformat GPT bukan MBR. Ketika harddisk berformat MBR kita sangat mudah untuk melakukan partisi, berbeda dengan GPT yang jika kita mempartisinya kita harus memformat semua datanya. Masalah ini muncul diakibatkan oleh DVD installernya, terkadang ada DVD yang mengharuskan harddisknya format MBR ada yang GPT. Sialnya saat itu harddisk saya sedang berformat MBR tetapi installernya hanya akan berjalan jika format harddisknya GPT dan proses ini tentu akan menghapus semua file-file yang ada baik di Disk C maupun Disk D. Saat saya menginstall ulang dengan DVD Windows 8.1 bahasa Jepang saya disuruh memformat harddisk saya ke MBR tapi setelah memakai DVD image Windows 8.1 saya disuruh memformat harddisk saya ke GPT disinilah masalahnya. Untuk mengatasi permasalahan ini caranya, close dulu kotak dialog proses installer tadi dan kita akan dikembalikan ke pilihan yang hanya ada tombol Install Now yang cukup besar. Tapi jika kita teliti ada tulisan yang bisa kita klik yaitu “repair your computer”. Nah kita klik tulisan itu dan ada 2 pilihan lagi, pertama troubleshoot dan yang kedua turn off pc. Saya pilih troubleshoot dan akan ada 3 pilihan lagi, saya tidak hafal apa saja yang jelas kita pilih yang menuju ke CMD. Setelah memilih pilihan tersebut dan CMD system terbuka kita ketik DISKPART, lalu untuk melihat disknya ketik “LIST DISK” dan saya memilih Disk yang online biasanya Disk 0 dengan cara mengetik “Select Disk 0”, lalu kita ketik “CLEAN”. Tunggu proses selesai dan kemudian ketik “CONVERT TO GPT” dan tunggu sampai beres. Setelah selesai saya merestart laptop saya dan kembali melakukan proses install ulang dan berjalan dengan lancar. Singkat cerita setelah saya selesai install Windows 8.1 saya masuk ke kelas untuk melakukan perkuliahan. Setelah selesai perkuliahan saya berniat ke Wifi Corner di Teuku Umar untuk melanjutkan menginstall software dan Driver. Singkat cerita setelah saya berada di wifi Corner, langkah pertama yang saya lakukan adalah membuka Internet Explorer untuk mendownload Mozilla Firefox 64bit Developer Edition. Kemudian saya download KMSpico yaitu software cracker windows 8.1 Pronya. Saat ingin membuka KMSpico saya lupa saya belum memiliki Winrar jadi saya download Winrar dahulu dan menginstall KMSpico. Ketiga software itu install seperti biasa. Cara menggunakan KMSpico cukup dengan menekan tombol merah dan keluar suara seperti robot dan close sendiri. Selanjutnya saya menginstall Microsoft Office Professional 2013 yang sudah ada di hardisk saya. Cara installnya cukup mudah tinggal klik install, Customized dan jika anda akan diberikan pilihan apa-apa saja yang akan di install. Karena saya ingin menginstall semuanya saya centang semua dan klik install. Setelah proses selesai saya memasukan akun microsoft saya karena di dalam akun itu sudah tersimpan Product Key MS Professional 2013. Tidak lupa saat saya melakukan kegiatan install tersebut saya membuka Windows Update Untuk Mendownload file-file Update dari Windows Update termasuk beberapa Driver yang memang terdapat di pilihan Windows Update. Setelah selesai install Microsoft Office 2013 saya install Steam untuk mendownload Semua game-game saya yang belum sempat saya update. Setelah itu saya mendownload Bit Defender Total Security dan menginstallnya. Saya memilih antivirus ini karena antivirus ini sudah mendudukin 5 kali berturut-turut TOP ANTIVIRUS. Dan saya sudah memiliki Serial Number yang aktif selama 3 tahun. Setelah itu saya menginstall IDM dan Vuze sebagai aplikasi downloader saya. IDM untuk mendownload file lewat web dan Vuze untuk Torrent. Setelah selesai saya menginstall Sony Vegas dan After Effect untuk editing video. Corel Draw, Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop untuk editing foto dan membuat logo. Setelah semuanya selesai dan Windows Update saya sudah up to date saya langsung pulang dan selesai melakukan pembaharuan laptop saya.

Mank Adi

Developer

Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana yang simpel dan seorang gamers