Human Usability Principles

by 16.32 0 komentar

Human Usability Principles

Usability adalah suatu istilah yang menandakan bahwa pengguna dapat menggunakan suatu alat tertentu dengan baik untuk mencapai sebuah tujuan. Usability merupakan sebuah masalah tentang penggunaan sistem secara baik dan optimal sehingga sumber daya pada sistem bekerja secara maksimal. Usability tidak hanya mencakup antarmuka pengguna saja tapi juga menciptakan tingkat kenyamanan dari sisi pengguna dikarenakan pengguna memiliki karakteristik yang berbeda beda dari setiap individunya.
Prinsip-prinsip usability :
Human Abilities
Merupakan suatu kemampuan manusia yang digunakan dengan baik untuk melakukan sesuatu yang dimilikinya.
a.       Good Ability
·         Kapasitas Long Term Memory (LTM) tidak terbatas.
·         Durasi LTM tidak terbatas dan kompleks.
·         Kemampuan memahami tinggi.
·         Mekanisme konsentrasi powerful.
·         Pengenalan pola pikir powerful.
b.      Bad Ability
·         Kapasitas Short Term Memory (STM) terbatas.
·         Durasi STM terbatas.
·         Akses yang tidak dapat diandalkan pada STM.
·         Proses yang cenderung salah.
·         Proses yang lambat.
Human Capabilities
Kemampuan yang dimiliki oleh manusia  namun lebih mengarah ke anggota penginderaan, seperti : mata, telinga, peraba pada pengguna yang mempunyai batas maksimal dalam melakukan penginderaan.
Human capabilities terbagi tiga : 



a.       Mata/Vision
-        Persepsi visual ® ukuran dan jarak penglihatan.
-        Keterbatasan visual ® kemampuan melihat warna, kemampuan melihat teks.
-        Ketajaman, pergerakan, dan sensitivitas
b.      Kemapuan Telinga / Hearing
-        Mendengar pitch/frekuensi suara.
-        Mendengar loudnes/amplitudo suara.
-        Mendengar timbre/tipe suara.
c.       Kemampuan Meraba / Touching
-        Thermoceptor : respon suhu.
-        Nociceptor : tekanan keras peraba.
-        Mechanoceptor : tekanan lembut peraba.
-        Proses yang cenderung salah.
-        Proses yang lambat.
Memory
Memori adalah suatu wadah untuk menyimpan data atau informasi. Memori terbagi tiga :
a.       Perceptual Buffer (Memori Sensor)
-        Terbatas kapasitasnya.
-        Informasi yang masuk melalui indera tidak semua dapat diproses.
b.      Short Term Memory ( Memori jangka pendek (STM)
Memori yang menyimpan informasi dalam waktu yang singkat atau sementara. STM dapat diakses dengan cepat, namun berkurang secara cepat pula. Metode digunakan untuk mengukur kapasitas, yaitu berdasarkan :
-        Panjang suatu deret (sequence) yang dapat diingat secara terurut.
-        Kemampuan mengingat kembali item-item secara acak .
c.       Long Term Memori (Memori Jangka Panjang (LTM)
Memori yang menyimpan informasi factual. Kapasitasnya lebih besar, waktu akses yang lebih lambat, serta proses hilangnya informasi lebih lambat.
Terdapat dua jenis LTM :
-        Memori Episodik
-        Memori Semantik
Process
Proses adalah keadaan ketika sebuah program sedang di eksekusi atau dijalankan. Proses informasi pada manusia terdiri dari 3 sistem utama:
a.       Perseptual
-        Menangani sensor dari luar.
-        Sebagai buffer untuk menampung masukan yang diterima dari indra manusia.
-        Diproses untuk di teruskan ke otak (memory).
b.      Kognitif: memproses hubungan keduanya.
c.       Sistem motor: mengontrol aksi atau respon (pergerakan, kecepatan, kekuatan).
Observations
a.       Pengguna lebih fokus untuk menyelesaikan masalah daripada belajar menggunakan suatu sistem secara efektif.
b.      Pengguna menggunakan perbandingan jika tidak ada penyelesaian.
c.       Pengguna lebih kepada heuristic daripada algorithmic.
d.      Pennguna lebih memilih mencoba coba-coba daripada pemikiran matang.
e.       Pengguna lebih memilih sub-strategi untuk masalah yang tidak terlalu penting.
f.        Pengguna belajar strategi lebih baik dengan latihan.
Problem Solving
a.       Setelah penyimpanan di LTM, kemudian diaplikasikan.
b.      Penalaran (Reasoning) : proses pengambilan kesimpulan mengenai sesuatu yang baru dengan pengetahuan yang dimiliki oleh pengguna. Reasoning terdiri dari :
-        Deduktif
·         Menarik kesimpulan secara logika dari premis yang diberikan.
·         Jika A, maka B.
·         Sangat buruk untuk mengkonfirmasikan validitas dan kebenaran.
-        Induktif
·         Mengeneralisasi dari kasus sebelumnya untuk belajar tentang hal baru.
·         Induksinya bisa saja tidak dapat diandalkan namun merupakan proses yang  berguna.
·         Induksi mengakibatkan manusia senantiasa belajar mengenai lingkungan.
-        Abduktif
·         Penalaran dari sebuah fakta ke aksi atau kondisi yang mengakibatkan fakta  tersebut terjadi.
·         Metode ini digunakan untuk menjelaskan event yang kita amati.

·         Mungkin tidak dapat diandalkan, namun manusia seringkali melakukan cara ini hingga muncul bukti lain.

Download > download

Adi Triginarsa

Developer

Mahasiswa Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Udayana yang simpel dan seorang gamers